Macan Kumbang Semeru turun gunung dan masuk ke rumah, Mulyadi (50), warga Dusun Sumber Desa Sentul Kecamatan Sumbersuko dan menerkam 3 korban. Taman Nasional Bromo Tengger (TNBTS) akan melakukan kajian dan penelitian terhadap hewan konservasinya masuk ke pemukiman warga.
Kepala TNBTS, Ayu Dewi Utari mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan, hewan kumbang yang menghuni Hutan TNBTS harus keluar dari wilayah konservasi disebabkan mencari mangsa. Karena, macan kumbang keluar dari kawasan hutan melewati 4 desa dan masuk ke rumah warga. “Mungkin saja kesasaran, kalau cari mangsa kok keluar sampai jauh,” ungkapnya.
Lanjut dia, cara hidup hewan kumbang tidak berkelompok, tetapi hidup sendiri dalam mencari makan. Dengan melewati 4 desa, diluar dugaan, karena memburu makan hanya di desa pinggir hutan TNBTS. “Ini yang masih tanda tanya kami,” papar Ayu.
TNBTS juga tidak mengetahui populasi macan kumbang di hutan Semeru. Pasalnya, hewan kumbang pola hidupnya berpindah-pindah. “Jenis macan di Semeru didata kami, ada Kumbang dan Tutul, ini hewan konservasi,” jelasnya
dikutip dari beritajatim(dot)com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar